Jumat, 10 Januari 2014

Menurut Dr. Erliana Hasan, Msi dalam bukunya Komunikasi Pemerintahan,
ada beberapa faktor yang memengaruhi tercapainya komunikasi yang
efektif:

1.   Perbedaan latar Belakang.
Setiap orang ingin diperlakukan sebagai pribadi, dan memang setiap orang berbeda, berkaitan dengan perbedaan itu merupakan tanggung jawab komunikator untuk mengenal perbedaan tersebut dan menyesuaikan isi pesan yang hendak disampaikan dengan kondisi penerima pesan secara tepat, dan memilih media serta saluran komunikasi yang sesuai agar respon yang diharapkan dapat dicapai. Makin besar persamaan.
orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan makin besar kemungkinan
tercapainya komunikasi yang efektif. Perbedaan yang mungkin dapat
menimbulkan kesalahan dalam berkomunikasi antara lain:
- Perbedaan persepsi
- Perbedaan pengalaman dan latar belakang
- Sikap praduga/stereotip

2.   Factor bahasa.
Bahasa yang digunakan seseorang verbal maupun nonverbal (bahasa tubuh) ikut berpengaruh dalam proses komunikasi antara lain:
- Perbedaan arti kata
- Penggunaan istilah atau bahasa tertentu
- Komunikasi nonverbal

3.   Sikap pada waktu berkomunikasi.
Hal ini ikut berperan, bahkan sering menjadi factor utama, sikap-sikap seseorang yang dapat
menghambat komunikasi tersebut antara lain:
- Mendengar hanya apa yang ingin kita dengar
- Mengadakan penilaian terhadap pembaca
- Sibuk mempersiapkan jawaban
- Bukan pendengar yang baik
- Pengaruh factor emosi
- Kurang percaya diri
- Gaya/cara bicara dan nada suara

4.   Factor lingkungan
Lingkungan dan kondisi tempat kita berkomunikasi juga ikut menentukan proses maupun hasil komunikasi
tersebut, hal-hal yang berpengaruh antara lain:
Faktor tempat dan Faktor situasi/ waktu.

Menurut Wahyu Ilaihi, MA dalam bukunya Komunikasi Dakwah. Factor
penghambat komunikasi, yaitu:

1.   Hambatan sosio-antro-psikologis.
Konteks komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi berlangsung, sebab situasi mata berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi terutama
situasi yang berhubungan dengan factor-faktor sosiologis-antropologis-psikologis.
-  Hambatan sosiologis
Dalam kehidupan masyarakat terjadi dua jenis pergaulan yaitu gemeinschaft dan gesellschaft. Perbedaan jenis pergaulan tersebutlah yang menjadikan perbedaan karakter sehingga kadang-kadang menimbulkan perlakuan yang berbeda dalam berkomunikasi.
-   Hambatan antropologis
Hambatan ini terjadi karena perbedaan pada diri manusia seperti dalam postur, warna kulit, dan kebudayaan.
-   Hambatan psikologis
Umumnya disebabkan komunikator dalam melancarkan komunikasi tidak
mengkaji dulu diri dari komunikan.

2.   Hambatan semantic
Hambatan ini menyangkut bahasa yang digunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya pada komunikan.

3.   Hambatan mekanik
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam
melancarkan komunikasi.
 
Upaya Dalam Mengatasi Hambatan komunikasi
Ada beberapa cara untuk mengatasi hambatan komunikasi, antara lain:

1.   Gunakan umpan balik (feedback), setiap orang yang berbicara
memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan bicaranya baik bahasa verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.

2.   Pahami perbedaan individu atau kompleksitas individu dengan baik.
Setiap individu merupakan pribadi yang khas yang berbeda baik dari latar belakang psikologis, sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan.
Dengan memahami, seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat dalam
berkomunikasi.

3.   Gunakan komunikasi langsung (face to face).
Komunikasi langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif.
Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa non verbal.
Disamping kata-kata yang selektif dapat pula digunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa tubuh lainnya dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa) yang membuat komunikasi lebih berdaya guna.

4.   Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah.
Kosa kata yang digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan menggunakan istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar.
Gunakan pola kalimat sederhana (kanonik) karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat membuat pesan sulit dimengerti.

Cobalah gunakan komunikasi yang baik agar terhindar dari berbagai gangguan atau hambatan ada.

Jumat, 27 Desember 2013

Di dalam komunikasi, kita juga bisa mendapatkan gangguan dari diri kita sendiri...
Dalam hal ini sudah saya jelaskan sebelumnya beberapa minggu yang lalu, ada beberapa noise atau gangguan yang timbul dari diri kita sendiri.
Sekarang saya akan sedikit menjelaskan satu lagi gangguan yang kita tau bersama yaitu gangguan PENDENGARAN.

Gangguan pendengaran terdiri dari gangguan dengar parsial (sebagian) dan gangguan dengar total atau tuli. Ketulian didefinisikan sebagai kehilangan pendengaran yang bermakna yang mengakibatkan komunikasi menjadi sulit atau tidak dapat dilakukan tanpa bantuan amplifikasi alat Bantu dengar. Terdapat 4 tipe gangguan pendengaran. Tipe pertama adalah gangguan dengar konduktif, yaitu terganggunya pendengaran akibat adanya penyakit atau sumbatan di telinga bagian luar atau tengah, dan biasanya dapat diatasi dengan alat Bantu dengar. Tipe kedua adalah gangguan dengan sensorineural yaitu terganggunya pendengaran akibat kerusakan pada sel sel rambut sensoris yang terdapat pada telinga dalam atau pada pembuluh saraf yang mempersarafinya. Tipe ketiga adalah gangguan pendengaran gabungan antara gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Sedangkan gangguan pendengaran sentral dimaksudkan pada gangguan pendengaran akibat dari cedera atau rusaknya saraf-saraf otak.
 

Sabtu, 21 Desember 2013

NOISE
  
Seperti kita bersama ketahui bahwa proses komunikasi yang efektif melalui metode S-M-C-R adalah pesan, atau ide, yang di gagas oleh komunikator dapat sampai kepada komunikan sebagai lawan bicara, lalu ada respon baik secara (positif ataupun negatif) yang diutarakan oleh komunikator sebagai bentuk umpan balik dari komunikan akan pemaknaan yang diterima dan diutarakan.

Dalam penyampaian pesan tersebut-pun, pasti ada terjadi sebuah hambatan-hambatan yang mempengaruhi proses komunikasi tersebut menjadi terhambat yang kita kenal dengan istilah "noise". Banyak pendapat diluar yang mengatakan bahwa noise tersebut hanya terjadi pada unsur Media yang menjadi penghambat, bahkan banyak juga opini masyarakat luas, bahwa sebuah proses komunikasi tersebut dapat terjadi sebuah noise banyak terjadi pada receiver sebagai penerima pesan dibandingkan sender sebagai penggagas pesan. 


Oleh sebab itu, apabila kita sebagai komunikator ataupun seorang komunikan, harus bisa memilah apa yang dinamakan dengan istilah noise tersebut, karena noise tersebut bukan hanya secara nyata terlihat atau terdengar (seperti gangguan signal, suara bising, dll)
Ada juga noise yang terjadi dari diri sendiri, salah satunya gangguan pendengaran.
Noise-Induced Permanent Threshold Shift (PTS).
Diakibatkan waktu paparan yang lama (kronis), besarnya PTS di pengaruhi faktor
faktor sebagai berikut :
a. Tingginya level suara
b. Lama paparan
c. Spektrum suara
d. Temporal pattern, bila kebisingan yang kontinyu maka kemungkinan terjadi TTS (

Temporary Threshold Shift) akan lebih besar.
e. Kepekaan individu
f. Pengaruh obat-obatan, beberapa obat-obatan dapat memperberat (pengaruh
synergistik) ketulian apabila diberikan bersamaan dengan kontak suara, misalnya
quinine, aspirin, dan beberapa obat lainnya
g. Keadaan Kesehatan


Kamis, 19 Desember 2013


Gangguan (NOISE) komunikasi.

Gangguan adalah suatu hal, getaran, atau gelombang yang mendistorsi pengiriman pesan dalam proses komunikasi. Gangguan menyebabkan perbedaan antara pesan yang diterima oleh penerima (receiver) dengan pesan yang dikirimkan oleh sumber (source).



 

 Menurut Jenis.
Dalam proses komunikasi, setidaknya dikenal tiga macam gangguan yang terdapat dalam pengiriman pesan, yakni :
  1. Gangguan fisik merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya suara atau kebisingan lain di sekitar tempat pengiriman pesan, seperti adanya desingan suara mobil atau radio.
  2. Gangguan psikologis merupakan gangguan yang disebabkan karena sudah adanya pemikiran lain di kepala penerima, sehingga membuat penerima seolah tidak setuju atau tidak bisa menyerap dengan baik mengenai pesan yang dikirimkan oleh sumber.
  3. Gangguan semantik merupakan gangguan yang disebabkan oleh adanya perbedaan makna yang dipahami oleh sumber dan penerima. Biasa terjadi pada istilah-istilah jargon atau rumit
Cara Mengatasi.
Untuk mengatasi gangguan yang terjadi dalam proses komunikasi, salah satu cara yang efektif adalah dengan mengantisipasi dan meminimalisir segala gangguan dari luar (fisik) yang mungkin muncul, dan menciptakan kesamaan pemahaman antara makna pesan yang dikirimkan oleh sumber dan yang diterima oleh penerima, yaitu dengan memakai istilah-istilah yang umum digunakan.